Pendapat Tentang Belajar di Rumah dari Beberapa Kalangan

  • Whatsapp
Pendapat Tentang Belajar di Rumah
Pendapat Tentang Belajar di Rumah

Ahmadmarogi.com – Pendapat tentang belajar di rumah banyak disampaikan oleh beberapa kalangan, baik dari segi positif dan negatifnya. Hal ini karena dampaknya berkaitan dengan banyak orang dan lapisan masyarakat. Oleh karena itu, manajemen waktu serta penanaman sikap tanggung jawab menjadi sangat penting.

Pendapat Tentang Belajar di Rumah dari Beberapa Kalangan

Ada banyak pendapat terkait pembelajaran sistem daring ini. Beberapa pendapat mungkin bisa bernilai positif atau bahkan sebaliknya. Sebab, salah satu metode pembelajaran yang ada pada masa pedemi ini memang dapat merubah semua sektor yang ada. Berikut ulasannya:

1. Pendapat Siswa

Pembelajaran daring dari segi negatifnya adalah meningkatnya tugas sedangkan kurang mengerti materi pelajarannya. Siswa juga harus ekstra mencari referensi lain dengan dukungan perangkat yang tersedia. Hal ini menjadi salah satu tantangan terberat, apalagi tidak bisa bertanya secara langsung.

Sisi positifnya adalah siswa bisa memaksimalkan pelajarannya dan menemukan banyak hal baru. Salah satunya yaitu cara menjadwalkan dengan baik setiap kegiatan. Bahkan saat ini tidak sedikit yang membuat konten baik di Youtube untuk mengobati rasa jenuhnya.

2. Tenaga Pendidik

Saat awal pandemi banyak tenaga pendidik yang mengalami kesulitan mencari metode belajar yang tepat. Tujuannya agar semua peserta didik bisa menerima dengan baik materinya. Hal ini menyebabkan terhambatnya kegiatan belajar mengajar sampai pemaksimalan aplikasi Zoom ataupun Google meeting.

Pendapat Tentang Belajar di Rumah
Pendapat Tentang Belajar di Rumah

Seiring berjalannya waktu, pembelajaran daring semakin mudah dan timbullah ide kreatif. Tujuannya yaitu untuk menjadikan kegiatan belajar mengajar semakin menarik dan tidak membosankan. Salah satunya adalah dengan membuat bahan ajar berupa animasi bergerak serta penjelasan melalui video.

3. Pendapat Orang Tua Siswa

Latar belakang pendidikan merupakan hal yang menjadi kendala karena tidak bisa mengajari buah hatinya. Untuk itu, mereka mencarikan guru privat agar bisa menyeimbangkan dengan teman lainnya. Bagi masyarakat dengan tingkat perekonomian menengah ke bawah masalah ini tentu tidak mudah.

Pendapat tentang belajar di rumah ini menyita perhatian pemerintah sehingga terdapat beberapa program khusus. Sebagai contoh bekerja sama dengan salah satu stasiun televisi, bahkan juga membagikan secara gratis paket internet kepada para siswa untuk mendukung kegiatan belajar.

4. Pendapat Psikologis

Dampak dari segi psikologis sendiri adalah lebih mengarah ke penilaian positif. Hal ini karena siswa bisa memanajemen waktunya sendiri dengan baik, mengetahui prioritasnya, belajar menahan keinginan yang tidak perlu, dan anak menjadi lebih dekat dengan orang tuanya.

Meski demikian tetap ada dampak buruknya salah satunya banyaknya tugas sekolah. Namun tidak seimbang dengan dukungan dari keluarga membuatnya depresi. Bahkan beberapa waktu lalu terjadi kasus bunuh diri akibat nilainya yang turun drastis karena suatu masalah.

5. Pendapat Mahasiswa

Tugas semakin meningkat membuat beberapa mahasiswa mengeluhkan terkait hal ini. Terutama mereka yang sebagai seorang perantau dan jauh dari keluarga. Tentu keadaan demikian menjadikannya kesulitan mendapatkan materi kuliah serta memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh setiap harinya.

Awal berlakunya PSBB membuat beberapa orang kaget dengan kehidupan baru yang tidak boleh melakukan banyak kegiatan di luar rumah. Akibatnya, anak kos yang awalnya mengandalkan keberadaan warung untuk memenuhi kebutuhan makan setiap harinya beralih ke makanan instan.

Pendapat tentang belajar di rumah cukup beragam. Hal ini membuat masyarakat harus imbangi dengan adaptasi yang baik, yaitu agar bisa tetap menjalankan kehidupan seperti biasanya. Sebenarnya ada lagi manfaat adanya sistem daring seperti meningkatnya industri kreatif dan konten kreator.

Pos terkait