Daftar Nama Obat Generik dan Fungsinya

Obat generik adalah obat yang memiliki kandungan bahan aktif yang sama dengan obat paten, namun diproduksi oleh perusahaan farmasi lain dan dijual dengan harga yang lebih terjangkau. Pada kesempatan kali ini, kami akan memberikan daftar nama obat generik dan fungsinya yang dapat membantu Anda dalam merawat kesehatan.

1. Parasetamol

Parasetamol adalah obat yang biasa digunakan untuk meredakan sakit kepala, nyeri otot, demam, dan sakit gigi. Obat ini dapat ditemukan dengan nama merek Panadol, Dafalgan, Tylenol, dan lain sebagainya. Parasetamol bekerja dengan mengurangi produksi prostaglandin dalam tubuh yang menyebabkan rasa sakit.

Parasetamol dapat dikonsumsi oleh orang dewasa maupun anak-anak dengan dosis yang berbeda. Untuk orang dewasa, dosis parasetamol yang disarankan adalah 500-1000 mg setiap 4-6 jam sekali. Sedangkan untuk anak-anak, dosis parasetamol disesuaikan dengan berat badannya.

Parasetamol dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Namun, Anda harus berhati-hati dalam mengonsumsinya jika memiliki riwayat penyakit hati atau sedang mengonsumsi obat lain yang mengandung parasetamol.

2. Ibuprofen

Ibuprofen adalah obat yang digunakan untuk meredakan sakit kepala, nyeri otot, demam, dan sakit gigi. Obat ini dapat ditemukan dengan nama merek Advil, Brufen, Nurofen, dan lain sebagainya. Ibuprofen bekerja dengan mengurangi produksi prostaglandin dalam tubuh yang menyebabkan rasa sakit dan peradangan.

Ibuprofen dapat dikonsumsi oleh orang dewasa maupun anak-anak dengan dosis yang berbeda. Untuk orang dewasa, dosis ibuprofen yang disarankan adalah 200-400 mg setiap 4-6 jam sekali. Sedangkan untuk anak-anak, dosis ibuprofen disesuaikan dengan berat badannya.

Ibuprofen harus dikonsumsi setelah makan atau bersamaan dengan makanan untuk menghindari iritasi lambung. Anda juga harus berhati-hati dalam mengonsumsinya jika memiliki riwayat penyakit lambung atau sedang mengonsumsi obat lain yang mengandung ibuprofen.

3. Metformin

Metformin adalah obat yang digunakan untuk mengatasi diabetes tipe 2 dengan cara menurunkan kadar gula darah dalam tubuh. Obat ini dapat ditemukan dengan nama merek Glucophage, Metformin, dan lain sebagainya. Metformin bekerja dengan meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin.

Dosis metformin yang disarankan adalah 500-1000 mg setiap 12 jam sekali. Namun, dosis ini dapat disesuaikan dengan kondisi kesehatan Anda. Metformin harus dikonsumsi bersamaan dengan makanan untuk menghindari gangguan pencernaan.

Anda harus berhati-hati dalam mengonsumsinya jika memiliki riwayat penyakit ginjal atau hati, serta sedang mengonsumsi obat-obatan lain yang dapat mempengaruhi kadar gula darah dalam tubuh.

4. Simvastatin

Simvastatin adalah obat yang digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Obat ini dapat ditemukan dengan nama merek Zocor, Simvast, dan lain sebagainya. Simvastatin bekerja dengan menghambat produksi kolesterol di dalam hati.

Dosis simvastatin yang disarankan adalah 10-40 mg setiap harinya. Namun, dosis ini dapat disesuaikan dengan kondisi kesehatan Anda. Simvastatin harus dikonsumsi bersamaan dengan makanan untuk menghindari gangguan pencernaan.

Anda harus berhati-hati dalam mengonsumsinya jika memiliki riwayat penyakit hati atau sedang mengonsumsi obat-obatan lain yang dapat mempengaruhi kadar kolesterol dalam tubuh.

5. Omeprazole

Omeprazole adalah obat yang digunakan untuk mengatasi gangguan pencernaan seperti asam lambung yang berlebihan, tukak lambung, dan GERD (gastroesophageal reflux disease). Obat ini dapat ditemukan dengan nama merek Losec, Omez, dan lain sebagainya. Omeprazole bekerja dengan menghambat produksi asam lambung di dalam tubuh.

Dosis omeprazole yang disarankan adalah 20-40 mg setiap harinya. Namun, dosis ini dapat disesuaikan dengan kondisi kesehatan Anda. Omeprazole harus dikonsumsi setelah makan atau bersamaan dengan makanan untuk menghindari iritasi lambung.

Anda harus berhati-hati dalam mengonsumsinya jika memiliki riwayat penyakit hati atau sedang mengonsumsi obat-obatan lain yang dapat mempengaruhi produksi asam lambung di dalam tubuh.

6. Metronidazole

Metronidazole adalah obat yang digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri dan parasit di dalam tubuh. Obat ini dapat ditemukan dengan nama merek Flagyl, Metronid, dan lain sebagainya. Metronidazole bekerja dengan menghambat pertumbuhan dan perkembangan bakteri dan parasit di dalam tubuh.

Dosis metronidazole yang disarankan adalah 500-750 mg setiap 8 jam sekali. Namun, dosis ini dapat disesuaikan dengan kondisi kesehatan Anda. Metronidazole harus dikonsumsi bersamaan dengan makanan untuk menghindari gangguan pencernaan.

Anda harus berhati-hati dalam mengonsumsinya jika memiliki riwayat penyakit hati atau sedang mengonsumsi obat-obatan lain yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bakteri dan parasit di dalam tubuh.

7. Cetirizine

Cetirizine adalah obat yang digunakan untuk mengatasi alergi seperti rinitis alergi dan urtikaria. Obat ini dapat ditemukan dengan nama merek Zyrtec, Cetiriz, dan lain sebagainya. Cetirizine bekerja dengan menghambat reaksi alergi di dalam tubuh.

Dosis cetirizine yang disarankan adalah 5-10 mg setiap harinya. Namun, dosis ini dapat disesuaikan dengan kondisi kesehatan Anda. Cetirizine dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Anda harus berhati-hati dalam mengonsumsinya jika memiliki riwayat penyakit hati atau sedang mengonsumsi obat-obatan lain yang dapat mempengaruhi reaksi alergi di dalam tubuh.

8. Asam Mefenamat

Asam mefenamat adalah obat yang digunakan untuk meredakan sakit haid, sakit gigi, nyeri otot, dan nyeri sendi. Obat ini dapat ditemukan dengan nama merek Ponstan, Mefinal, dan lain sebagainya. Asam mefenamat bekerja dengan mengurangi produksi prostaglandin di dalam tubuh yang menyebabkan rasa sakit dan peradangan.

Asam mefenamat dapat dikonsumsi oleh orang dewasa maupun anak-anak dengan dosis yang berbeda. Untuk orang dewasa, dosis asam mefenamat yang disarankan adalah 500-1000 mg setiap 8 jam sekali. Sedangkan untuk anak-anak, dosis asam mefenamat disesuaikan dengan berat badannya.

Asam mefenamat harus dikonsumsi bersamaan dengan makanan untuk menghindari gangguan pencernaan. Anda juga harus berhati-hati dalam mengonsumsinya jika memiliki riwayat penyakit lambung atau sedang mengonsumsi obat-obatan lain yang dapat mempengaruhi produksi prostaglandin di dalam tubuh.

9. Metoclopramide

Metoclopramide adalah obat yang digunakan untuk mengatasi gangguan pencernaan seperti mual, muntah, dan GERD (gastroesophageal reflux disease). Obat ini dapat ditemukan dengan nama merek Primperan, Maxolon, dan lain sebagainya. Metoclopramide bekerja dengan meningkatkan gerakan otot di dalam saluran pencernaan.

Dosis metoclopramide yang disarankan adalah 10-20 mg setiap 6-8 jam sekali. Namun, dosis ini dapat disesuaikan dengan kondisi kesehatan Anda. Metoclopramide harus dikonsumsi setelah makan atau bersamaan dengan makanan untuk menghindari gangguan pencernaan.

Anda harus berhati-hati dalam mengonsumsinya jika memiliki riwayat penyakit hati atau sedang mengonsumsi obat-obatan lain yang dapat mempengaruhi gerakan otot di dalam saluran pencernaan.

10. Domperidone

Domperidone adalah obat yang digunakan untuk mengatasi gangguan pencernaan seperti mual, muntah, dan GERD (gastroesophageal reflux disease). Obat ini dapat ditemukan dengan nama merek Motilium, Domstal, dan lain sebagainya. Domperidone bekerja dengan meningkatkan gerakan otot di dalam saluran pencernaan dan mengurangi rasa mual.

Dosis domperidone yang disarankan adalah 10-20 mg setiap 6-8 jam sekali. Namun, dosis ini dapat disesuaikan dengan kondisi kesehatan Anda. Domperidone harus dikonsumsi setelah makan atau bersamaan dengan makanan untuk menghindari gangguan pencernaan.

Anda harus berhati-hati dalam mengonsumsinya jika memiliki riwayat penyakit hati atau sedang mengonsumsi obat-obatan lain yang dapat mempengaruhi gerakan otot di dalam saluran pencernaan.

11. Furosemide

Furosemide adalah obat yang digunakan untuk mengatasi gangguan kesehatan seperti hipertensi, edema, dan gagal jantung. Obat ini dapat ditemukan dengan nama merek Lasix, Furos, dan lain sebagainya. Furosemide bekerja dengan meningkatkan produksi urine di dalam tubuh.

Dosis furosemide yang disarankan adalah 20-80 mg setiap harinya. Namun, dosis ini dapat disesuaikan dengan kondisi kesehatan Anda. Furosemide harus dikonsumsi bersamaan dengan makanan atau susu untuk menghindari gangguan pencernaan.

Anda harus berhati-hati dalam mengonsumsinya jika memiliki riwayat penyakit ginjal atau hati atau sedang mengonsumsi obat-obatan lain yang dapat mempengaruhi produksi urine di dalam tubuh.

12. Amlodipine

Amlodipine adalah obat yang digunakan untuk mengatasi gangguan kesehatan seperti hipertensi dan angina. Obat ini dapat ditemukan dengan nama merek Norvasc, Amlodip, dan lain sebagainya. Amlodipine bekerja dengan melebarkan pembuluh darah di dalam tubuh.

Dosis amlodipine yang disarankan adalah 5-10 mg setiap harinya. Namun, dosis ini dapat disesuaikan dengan kondisi kesehatan Anda. Amlodipine harus dikonsumsi bersamaan dengan makanan untuk menghindari gangguan pencernaan.

Anda harus berhati-hati dalam mengonsumsinya jika memiliki riwayat penyakit jantung atau sedang mengonsumsi obat-obatan lain yang dapat mempengaruhi tekanan darah di dalam tubuh.

13. Clopidogrel

Clopidogrel adalah obat yang digunakan untuk mencegah pembekuan darah dan mengurangi risiko serangan jantung atau stroke. Obat ini dapat ditemukan dengan nama merek Plavix, Clovix, dan lain sebagainya. Clopidogrel bekerja dengan menghambat penggumpalan platelet di dalam darah.

Dosis clopidogrel yang disarankan adalah 75-150 mg setiap harinya. Namun, dosis ini dapat disesuaikan dengan kondisi kesehatan Anda. Clopidogrel harus dikonsumsi bersamaan dengan makanan untuk menghindari gangguan pencernaan.

Anda harus berhati-hati dalam mengonsumsinya jika memiliki riwayat penyakit hati atau sedang mengonsumsi obat-obatan lain yang dapat mempengaruhi penggumpalan platelet di dalam darah.

14. Ciprofloxacin

Ciprofloxacin adalah obat yang digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri di dalam tubuh seperti infeksi saluran kemih, infeksi kulit, dan infeksi perut. Obat ini dapat ditemukan dengan nama merek Ciproxin, Ciloxan, dan lain sebagainya. Ciprofloxacin bekerja dengan menghambat pertumbuhan dan perkembangan bakteri di dalam tubuh.

Dosis ciprofloxacin yang disarankan adalah 250-750 mg setiap 12 jam sekali. Namun, dosis ini dapat disesuaikan dengan kondisi kesehatan Anda. Ciprofloxacin harus dikonsumsi bersamaan dengan makanan untuk menghindari gangguan pencernaan.

Anda harus berhati-hati dalam mengonsumsinya jika memiliki riwayat penyakit ginjal atau hati atau sedang mengonsumsi obat-obatan lain yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bakteri di dalam tubuh.

15. Levofloxacin

Levofloxacin adalah obat yang digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri di dalam tubuh seperti infeksi saluran kemih, infeksi kulit, dan infeksi perut. Obat ini dapat ditemukan dengan nama merek Levaquin, Levocin, dan lain sebagainya. Levofloxacin bekerja dengan menghambat pertumbuhan dan perkembangan bakteri di dalam tubuh.

Dosis levofloxacin yang disarankan adalah 250-750 mg setiap 24 jam sekali. Namun, dosis ini dapat disesuaikan dengan kondisi kesehatan Anda. Levofloxacin harus dikonsumsi bersamaan dengan makanan untuk menghindari gangguan pencernaan.

Anda harus berhati-hati dalam mengonsumsinya jika memiliki riwayat penyakit ginjal atau hati atau sedang mengonsumsi obat-obatan lain yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bakteri di dalam tubuh.

16. Azithromycin

Azithromycin adalah obat yang digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri di dalam tubuh seperti infeksi saluran pernapasan, infeksi kulit, dan infeksi kelamin. Obat