Cara Membimbing Anak Agar Jujur dan Patuh pada Orang Tua

  • Whatsapp
Cara Membimbing Anak Agar Jujur
Cara Membimbing Anak Agar Jujur

Cara membimbing anak agar jujur merupakan hal yang harus orangtua ketahui, supaya nantinya mereka bisa menjadi pribadi sopan dan santun. Agar dapat melatihnya sejak dini, Anda harus mengetahui tips dan trik jitunya. Namun imbangi dengan contoh dalam kehidupan sehari-hari.

Beberapa Cara Membimbing Anak agar Jujur

Melihat perkembangan dunia modern saat ini sedikit meresahkan karena pergaulan semakin bebas bahkan baik dan buruk semakin tersamarkan. Hal ini melatarbelakangi pentingnya mengajarkan kejujuran pada anak, usahakan menggunakannya dengan cara yang membuatnya nyaman.

1. Jangan Terlalu Menekan Anak

Kebiasaan berbohong bisa timbul karena ketakutan akan dimarahi orang tua, untuk itu usahakan tidak terlalu menekan anak. Hal ini bisa berakibat mereka akan lebih tertutup dan menyembunyikan sesuatu masalah. Ada baiknya bangun kedekatan dan cobalah untuk menasehati dengan lembut.

Bangun kepercayaan anak kepada Anda agar seiring berjalannya waktu mau menceritakan berbagai hal yang mereka alami. Ada bisa menceritakan pengalaman berkaitan dengan kejujuran. Selain itu perlihatkan contoh penerapannya dalam keseharian baik dalam keluarga maupun lingkungan.

2. Memberi Contoh dalam Keseharian

Mengajarkan suatu hal kepada anak paling penting adalah mencontohkannya. Hal tersebut akan berefek baik agar mereka mau mengakui kesalahannya. Tidak perlu dengan kegiatan yang rumit, melainkan praktekkan dalam kehidupan sehari-hari (bukan hanya saat di depan mereka saja).

Cara Membimbing Anak Agar Jujur
Cara Membimbing Anak Agar Jujur

Hal ini bertujuan agar pengajarannya bisa lebih mendalam dan tidak terjadi salah pemahama. Sebab anak memiliki ingatan yang cukup baik. Jika mereka mereka melihat perbuatan Anda yang berbeda. biasanya akan menanyakan atau mempraktekkannya secara langsung.

3. Beri Pemahaman Tentang Pentingnya Kejujuran

Cara membimbing anak agar jujur selanjutnya dengan memberi pemahaman terkait pentingnya kejujuran. Anda juga bisa menceritakan keteladanan dari para nabi, sahabat, atau orang-orang sekeliling. Hal ini mereka belum bisa membedakan antara yang benar dan salah.

Tunjukkan beberapa kegiatan ketidak jujuran seperti mencontek, berkata bohong, menyembunyikan kebenaran, dan tidak menepati janji. Sebaiknya hindari memberi ancaman karena bisa membuat psikologisnya terganggung. Agar lebih optimal, cobalah menceritakan keuntungan yang anak dapat.

4. Ajarkan Anak untuk Bersyukur

Saat memasuki usia 6-9 tahun sebagian besar anak suka berbohong terutama saat menginginkan sesuatu. Hal ini harus Anda cegah agar tidak menjadi kebiasaan, namun jika mengetahuinya, maka cobalah berbicara baik-baik dengan mereka hindari mengatai bahkan sampai memukulnya.

Hal tersebut bisa menyebabkan trauma dan berisiko anak akan memilih berbohong dibandingkan jujur karena takut Anda pukul. Agar lebih maksimal jangan mengingatkan di depan umum, sebab membuatnya malu bahkan sakit hati. Akibatnya ketika orang tua menasehati akan mereka abaikan.

5. Memberi Penghargaan

Saat anak melakukan kebaikan atau berhasil mengerjakan sesuatu dengan baik, maka usahakan memberikan penghargaan. Namun jangan biasakan melakukan itu karena bisa jadi mereka akan berbuat baik jika mendapatkan imbal balik. Usahakan memberi pengertian serta pemahaman saja.

Sebenarnya tidak harus memberikan barang mahal cukup dengan puji mereka atau menampakkan bahwa Anda merasa bangga. Hal ini bertujuan untuk mengapresiasi usahanya. Pastikan juga anak tidak berbuat baik jika sedang ada orang yang mengawasinya saja.

Cara membimbing anak agar jujur memang cukup sulit, namun sangat perlu Anda lakukan sebab saat ini. Oleh karena itu ajarkan pada anak sedari dini, mulailah dari lingkungan terdekat, yaitu Anda sebagai orang tua (ayah dan ibu) mereka.

Pos terkait