Bimbingan Anak yang Sulit Belajar

  • Whatsapp
Bimbingan anak
Bimbingan anak

Bimbingan anak merupakan hal penting yang harus orang tua atau pendidik lakukan untuk membentuk karakter terbaik. Prosesnya tentu memerlukan trik khusus dan hindari melakukan kekerasan, membentak, serta membuatnya berpikir menjadi seseorang tidak berguna.

Beberapa Cara Melakukan Bimbingan Anak yang Sulit Belajar

Menghadapi perkembangan yang semakin maju tentu memerlukan persiapan matang. Untuk itu pengetahuan terkait cara membimbing yang baik dan benar perlu Anda ketahui. Sebenarnya bukan hanya terkait materi umum saja namun perlu pembekalan seperti seni, olahraga, dan beladiri.

1. Dukung Minat Anak

Setiap anak memiliki bakat dan minat yang berbeda, maka dari itu jangan memaksa mereka untuk menguasai seluruh mata pelajaran, namun perhatikan kecenderungannya. Pastikan memiliki data akurat untuk menyampaikannya karena perlu keahlian khusus dan waktu cukup lama.

Biasakan mereka agar berani mengeluarkan pendapatnya dengan cara yang baik. Pembentukan karakter tersebut bisa Anda lakukan dengan cara sederhana. Seperti menanyakan menu makanan, menemani saat belajar, dan melibatkan mereka pada beberapa kegiatan di rumah.

2. Memberikan Dorongan Anak untuk Berani Berpendapat

Bimbingan anak
Bimbingan anak

Kedekatan kepada anak perlu Anda bangun agar bisa memberikan dorongan dari dalam maupun luar. Sebagai orang tua harus menyempatkan waktu bersama anak meski sedang sibuk dengan kegiatan setiap harinya. Usahakan menanyakan terkait bagaimana sekolahnya serta pencapaiannya.

Berikan pengertian kepada mereka bahwa prestasi memang penting. Namun harus dijalankan dengan rasa senang tanpa adanya keterpaksaan maupun tekanan. Hal ini bertujuan mengoptimalkan belajarnya serta membentuk kejujuran.

3. Sediakan Alat Bantu yang Mumpuni

Pengoptimalan bimbingan Anak harus Anda sertai dengan penunjang sesuai dengan peminatannya. Selain itu juga bisa memberikan perlengkapan sebagai media hiburan, misalnya alat gambar, musik, dan olahraga. Jika mereka lelah maka akan mencari pelampiasan positif untuk mengasah motorik.

Pola belajar masing-masing anak cukup beragam, untuk itu sebaiknya analisis terlebih dahulu kecenderungan mereka. Caranya dengan mengkonsultasikan kepada ahli dalam bidangnya atau mengidentifikasi sendiri dengan melihat kebiasan setiap hari di rumah.

4. Tunjukkan Keseruan Mendapatkan Pengetahuan Baru

Sebagian besar anak menganggap bahwa belajar merupakan momok menakutkan yang harus mereka hindari. Untuk itu tugas orang tua dan tenaga pendidik adalah menunjukkan keseruan saat menemukan hal baru. Kegiatan ini tidak harus menggunakan sesuatu yang rumit maupun mewah.

Ajaklah anak untuk belajar di luar ruangan misalnya taman, dekat kolam renang, maupun balkon. Hal tersebut akan lebih merilekskan pikirannya sehingga bisa menerima pelajaran baru dengan lebih baik. Namun perhatikan polanya, jangan paksakan pada anak yang tidak suka keramaian.

5. Membantu Menyusun Jadwal Belajar yang Baik

Penyusunan jadwal yang baik sangat penting agar saat mengerjakan suatu hal lebih optimal. Meskipun demikian tetap perhatikan kesehatan seperti pola makan dan tidur. Anak memerlukan istirahat dengan porsi lebih lama dari orang dewasa, yakni sekitar 10-13 jam untuk usia 3-5 tahun.

Anak-anak juga memerlukan bantuan untuk menyusun pekerjaan yang rumit. Tujuannya agar nantinya sudah terbiasa dalam manajemen waktu dengan baik. Ingatkan jika mereka melanggar maka bisa mendapatkan sanksi tegar, namun usahakan tidak melukai secara fisik maupun psikis.

Bimbingan anak bukan hanya berkaitan dengan pelajaran umum saja. Namun bisa dengan menggali soft skillnya seperti menyampaikan pendapat, berkomunikasi dengan baik, pengendalian diri serta kepemimpinan. Sebaiknya luangkan waktu bersama mereka setiap harinya meski hanya sebentar.

Pos terkait